Analisa

In: Business and Management

Submitted By joanitaevelyne
Words 4533
Pages 19
Sebuah pesawat terbang dari Jakarta ke Medan dalam waktu 1 jam 20 menit, tetapi pesawat tersebut dapat terbang dari Medan ke Jakarta dalam waktu 80 menit. Mengapa bisa begitu? Asumsi: tidak ada angin sepanjang perjalanan.
==================================================================================
Jika diperlukan waktu satu menit untuk merebus satu telur, berapa waktu yang diperlukan untuk merebus sepuluh telur?
==================================================================================
Bila gajah jadi ayam, lalu singa jadi ayam, dan kambing jadi ayam, maka ayam jadi apa?
==================================================================================
Mana yang lebih berat, 50 kg kapuk atau 50 kg baja?
==================================================================================
Kamu mempunyai sebuah botol. Lalu kamu memasukkan sebuah koin ke dalam botol tersebut. Kemudian kamu menyumbat botol tersebut dengan sebuah gabus. Bagaimana kamu bisa mengeluarkan koin dari dalam botol tersebut tanpa menarik gabus tersebut atau memecahkan botol tersebut?
==================================================================================

Inilah 10 Kumpulan Kasus dan Teka-Teki Detektif untuk Tes IQ Anda.

1. Kasus Pertama

Di suatu kota yang aman dan damai, tiba-tiba terjadi sebuah kasus yang menggemparkan di sebuah rumah mewah. Seorang pecinta kode bernama Domain (22 tahun) ditemukan tewas berlumuran darah dengan dua tusukan di badannya. Di tempat kejadian tidak ditemukan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Waktu kejadian adalah 22.00. Sang korban meninggalkan sebuah pesan kematian berupa kode. Kode tersebut tidak dimengerti oleh para polisi maupun kerabatnya.

VJ17O3U

Terdapat tiga tersangka yang diduga sebagai pelakunya.

1. Andrew (21 tahun). Pada waktu kejadian, berada di hotel Lawn sendirian sedang menonton…...

Similar Documents

Analisa Situasi

...Pengertian analisa situasi menurut Roger Best (2012,p. 466) yaitu “fondasi rencana pemasaran berbasis kinerja. Menyediakan ringkasan bermakna penjualan, keuntungan, pangsa pasar, kompetisi, posisi kompetitif, dan permintaan pasar, serta analisis SWOT kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.” Situational Analysis (Analisa Situasi) adalah kegiatan analisa data dan informasi yang telah berhasil dikumpulkan dengan menggunakan metoda analisa yang umumnya dipakai (seperti SWOT analysis, Root-Cause Analysis, dsb). Kegiatan ini sebaiknya dilakukan setelah penetapan Indikator Kinerja Institusional, karena Indikator Kinerja Institusional diperlukan melakukan analisa gap/jarak (Gap Analysis) antara kondisi saat ini dengan kondisi masa depan yang diinginkan ANALISA SITUASI (AS) Analisa Situasi (AS) merupakan upaya memisahkan permasalahan yang ada menjadi masalah tunggal yang perlu dipecahkan dan diputuskan. Dalam analisis situasi (AS) ini kita dihadapkan pada beberapa kegiatan, yaitu memisah-misahkan permasalahan, membuat prioritas, dan melokasi. Langkah dalam memecahkan masalah dan menentukan prioritas masalah: Pertama, yaitu memisah-misahkan permasalahan dilakukan agar beberapa permasalahan yang timbul yang menjadi masalah tunggal yang perlu dipecahkan. Beberapa hal pokok yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Jika ada penyimpangan /deviasi permasalahan yang ada, maka digunakan sistematika analisis persoalan (AP) yang nanti kita akan diskusikan.......

Words: 536 - Pages: 3

Analysis of Organizational Behavior

...TUGAS INDIVIDU ORGANIZATIONAL BEHAVIOR Analisa Penyebab Tingginya Turn Over Karyawan di PT. X [pic] NURUL BATHARI SINAYANGSIH LATAR BELAKANG Pada era perdagangan bebas saat ini , laju persaingan bisnis menjadi agresif dan sangat ketat dengan banyak munculnya kompetitor asing yang masuk ke Indonesia. Sejalan dengan hal ini, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten dalam menghadapi persaingan bisnis. Faktor sumber daya manusia menjadi faktor utama dan berperan penting dalam jalannya suatu bisnis atau perusahaan. PT. X yang sedang mengalami growth berusaha untuk selalu mengikuti persaingan atau tantangan bisnis yang ada sebagai upaya dalam pencapaian misi perusahaan (Recognized Internationally, Be a Market Leader, and Being Expert) dengan cara selalu menjaga kualitas perusahaan termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusianya. PT. X merupakan salah satu perusahaan pemegang hak eksklusif atau retail resmi 16 brand internasional di dunia (timepieces dan fashion lifestyle) yang berdiri sejak tahun 1993 dan berlokasi di pusat sentra bisnis Jakarta. PT. X telah memiliki ±100 store di seluruh Indonesia dengan karyawan head office 280 orang (Data November 2012). Persaingan bisnis yang semakin agresif mempengaruhi PT. X terutama faktor sumber daya manusia. Permintaan sumber daya manusia yang semakin tinggi tiap tahunnya di PT. X juga dibarengi dengan keluar masuk karyawan dalam waktu yang relative singkat,......

Words: 1625 - Pages: 7

Pemaparan Dan Analisa Kebijakan Fiskal Periode Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono

...PEMAPARAN DAN ANALISA KEBIJAKAN FISKAL PERIODE PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Disusun sebagai Makalah Akhir Mata Kuliah Perekonomian Indonesia OLEH: AHMAD MUFTI FANNANI NPM: 1006689750 UNIVERSITAS INDONESIA DESEMBER 2012 Gambaran Tujuan Kebijakan dan Peranan Fiskal Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2009 Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara. Untuk anggaran belanja Negara sendiri terdiri dari : 1. Penerimaan atas pajak  2. Pengeluaran pemerintah (government expenditure)  3. Transfer pemerintah, yang contohnya seperti pemberian beasiswa atau bantuan-bantuan, yang balas jasanya tidak secara langsung diterima oleh pemerintah. Faktor utama dari kebijakan fiskal sendiri adalah pajak dan pengeluaran pemerintah. Yang jika tingkat dan komposisi dari kedua factor ini berubah akan mempengaruhi variabel-variabel seperti : * Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi * Pola persebaran sumber daya * Distribusi pendapatan Di Indonesia, selain tax cut (kesinambungan beban pajak) dan spending increase (kenaikan belanja pemerintah), ada lagi bentuk- bentuk lain dari kebijakan fiskal. Salah satu contohnya adalah BLT (bantuan langsung tunai), tidak sesederhana seperti yang terlihat, sebetulnya penggunaan metode BLT itu memiliki tujuan tersendiri dari pemerintah. Tentu saja tujuan akhirnya adalah untuk memperbaiki......

Words: 2076 - Pages: 9

Analisis Persaingan Hypermarket V.S Minimarket Tradisional

...M A I N M A R T V.S H Y P E R M A R K E T Abstraksi Perkembangan ritel dewasa ini meningkat dengan sangat pesat. Diwujudkan dengan semakin menjamurnya gerai-gerai supermarket atau hypermarket modern. Hal ini dapat menjadi ancaman bagi pemilik toko tradisonal untuk bertahan, karena tergerus oleh kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh ritel modern tersebut. Di beberapa sisi, toko tradisional bisa terus melakukan kegiatan usahanya dengan mempertimbangkan analisa SWOT-nya dan menerapkan strategi-strategi yang tepat. Studi Kasus : Fokus pembahasan adalah pada Mainmart, sebuah mid-class retailer (toko) tradisional yang melayani pembelian eceran maupun grosir (hotel & restoran). Memiliki kerjasama dengan supplier yang telah lama eksis. Permasalahan terjadi ketika jaringan hypermart internasional membuka gerai-nya di lokasi sekitar Mainmart. Terjadi perubahan yang sangat signifikan, terutama pada berkurangnya kunjungan pelanggan dan cashflow yang semakin melambat. Manajemen Mainmart mulai berfikir untuk mempertimbangkan strategi-strategi tertentu mengahadapi persaingan dengan gerai hypermart. Lingkungan dalam studi kasus : Industri ritel pada bentuknya digolongkan menjadi beberapa jenis (sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, Nomor 23/ MPP/ Kep/ 1/ 1998 tentang Lembaga-Lembaga Usaha Perdagangan) antara lain : 1. Pasar Modern, adalah pasar yang dibangun oleh Pemerintah, Swasta, atau Koperasi yang dalam bentuknya berupa Mall,......

Words: 1019 - Pages: 5

Pengamen

...pemberitahuan kepada auditor (biasanya internal auditor) jika terdapat penyimpangan sistem dari yang batasi auditor. Konsep ini telah ada sejak awal audit berbasis teknologi informasi muncul. Beberapa program yang muncul pada saat itu adalah Integraed Test Facility (ITFs) ataupun System Continuous Audit Review File (SCARF). Konsep sistem ITFs dan SCARF saat ini berevolusi menjadi teknik pemantauan CAA. Saat ini, CAA dibuat sedemikian hingga menjadi sangat mudah diterapkan sebagai sistem audit otomatis. 29.1 Implementasi CAA Dengan banyaknya aplikasi IT sekarang perbedaan dalam pengendalian untuk dipertimbangkan dalam meningkatkan efisiensi audit, auditor mulai menekankan hanya pada pengendalian internal yang lebih beresiko tinggi melalui analisa resiko secara formal. A. Apakah yang dimaksud dengan proses pemantauan CAA? CAA adalah proses audit yang menghasilkan hasil audit secara simultan dengan atau diantara waktu yang singkat setelah peristiwa sebenarnya terjadi. CAA umumnya merupakan bentuk independen dari aplikasi bisnis dengan proses yang menguji data transaksi dibandingkan dengan parameter pengendalian atau peraturan. Meskipun memiliki konsep yang mirip, terkadang kita bingung antara CAA dengan continuous monitoring.Berikut beberapa perbedaannya: 1) CAA * Perangkat lunak monitoring audit yang dibangun menjadi aplikasi TI. * Selain menjadwalkan audit internal secara periodik menjadi mereview, CAA merekam area potensial untuk menjadi perhatian audit......

Words: 1181 - Pages: 5

Analisa Pengaruh Leadership Terhadap Perubahan Corporate Culture

...Tugas Akhir Trimester I Mata Kuliah Organizational Behavior ANALISA PENGARUH LEADERSHIP TERHADAP PERUBAHAN CORPORATE CULTURE Studi Kasus : Bank Rakyat Indonesia Disusun oleh : Kelompok IV MMB 20 Arrifan Kartawidjaja Budi Sardjono Esther Tiara Alexandra Herry W. Habeahan Inez Marcheani Nafilah Bab I Pendahuluan Topik pengaruh leadership terhadap perubahan corporate culture di Bank Rakyat Indonesia (BRI) kami pilih dikarenakan ketertarikan kami dengan strategi yang dipilih dan dilakukan BRI di tahun 1998, untuk melewati krisis moneter yang melanda perbankan Indonesia. Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh BRI dalam menghadapi krisis moneter selain transformasi manajemen, transformasi strategi, transformasi struktural, BRI juga melakukan transformasi budaya berupa reorganisasi dan transformasi nilai – nilai dasar (core value) atau corporate culturenya. Urgency yang ada di tahun 1998, menyadarkan Chief Executive Officer (CEO) BRI akan pentingnya mengubah corporate culture lama, yang telah berurat akar selama 100 tahun lebih sejak BRI berdiri di tahun 1895, yang cenderung berkesan birokratif, menjadi corporate culture baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis, Pemilihan strategi ini dikarenakan CEO BRI menyadari pentingnya peranan corporate culture sebagai pengikat seluruh karyawan dan pimpinan BRI dalam mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan dengan corporate culture yang sejalan dengan visi dan misinya cenderung lebih sukses dibandingkan dengan perusahaan...

Words: 1642 - Pages: 7

Analisa Strategi Dan Pertahanan

...International Conference on Da’wah And Islamic Management (IC-DAIM 2010) – 23 rd & 24 th November 2010 PEPERANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. : ANALISA STRATEGI PEPERANGAN DAN PERTAHANAN Ahmad Azan Ridzuan¹, Mohd Juraimy Hj Kadir¹, Hasan Al-Banna Mohamed¹, Aman Daima Md Zain² ¹ Fakulti Pengajian dan Pengurusan Pertahanan Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM) Kem Sungai Besi, 57000 Kuala Lumpur. MALAYSIA azan@upnm.edu.my / juraimy@upnm.edu.my / hasanalbanna@upnm.edu.my ² Fakulti Pengajian Komtemporari Islam, Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA) Gong Badak, 21300 Kuala Terengganu, Terengganu. MALAYSIA amandaima@unisza.edu.my Abstrak Kajian ini bertujuan menganalisis strategi peperangan dan pertahanan dalam beberapa siri peperangan utama yang dipimpin dan dirancang sendiri oleh Nabi Muhammad S.A.W. dalam menegakkan keadilan dan hak asasi kemanusiaan serta menyebarkan syiar Islam. Perancangan Baginda S.A.W. yang teliti dan teratur telah menghasilkan satu jentera perang walaupun kecil tetapi seimbang dan berupaya menghadapi musuh. Strategi berkesan yang digunakan telah memerangkap pihak musuh dalam keadaan yang tidak dijangkakan. Setiap perancangan dan pelancaran operasi ketenteraan telah dipimpin oleh Baginda S.A.W. sendiri. Di bawah kepimpinan Baginda S.A.W., tentera-tentera Islam telah dididik dan dilatih dengan peraturan moral, keimanan yang teguh bagi menghidupkan keyakinan dalam hati serta mempersiapkan aspek psikologi dan jasmani. Hasil strategi......

Words: 7210 - Pages: 29

Analisa Forecast Krispy Kreme Doughnuts, Inc

...Analisa Forecast Krispy Kreme Doughnuts, Inc periode 2003-2004 oleh CIBC World Markets Krispy Kreme Doughnuts, Inc adalah perusahaan donat dan kedai kopi global Amerika yang berbasis di Winston-Salem, North Carolina. Pendiri Krispy Kreme, Vernon Rudolph dan pamannya membeli toko donat Joseph LeBeouf di Broad Street di Paducah, Kentucky bersama dengan resep rahasia untuk donat ragi diperoleh dari Chef Perancis di New Orleans. Rudolph mulai menjual donat ragi di Paducah dan mengirimkan donat itu dengan sepedanya. Operasi itu pindah ke Nashville, Tennessee dan anggota keluarga lainnya bergabung untuk memenuhi permintaan pelanggan. Rudolph menjual minat di toko Nashville pada tahun 1937 dan membuka toko donat di Winston-Salem, North Carolina menjual donat ke toko dan kemudian langsung ke pelanggan individu. Toko pertama di North Carolina terletak di sebuah gedung sewaan di South Main Street di Winston Salem dalam apa yang sekarang disebut bersejarah Old Salem. The Krispy Kreme logo dirancang oleh Benny Dinkins, arsitek lokal. Ekspansi terjadi pada 1950-an, termasuk sebuah toko awal di Savannah, Georgia. Pada tahun 1960, Krispy Kreme dikenal di seluruh daerah Amerika Tenggara, dan mulai ekspansi ke daerah Amerika lainnya. Pada tahun 1976, Krispy Kreme Doughnut Corporation menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Beatrice Foods of Chicago, Illinois. Pertengahan tahun 1990 Krispy Kreme tumbuh secara geografis melalui franchise. Produk yang dijual di Krispy Kreme......

Words: 840 - Pages: 4

Analisa Laporan Keuangan

...saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih. DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar Isi ii BAB 1 GAMBARAN UMUM ANALISA LAPORAN KEUANGAN PEMBAHASAN MATERI ANALISIS BISNIS Analisa Laporan Keuangan 1 Pengenalan Analisis Bisnis 1 Jenis- Jenis Analisis Bisnis 1 Kegunaan Lain dari Analisis Bisnis 4 Komponen Analisis Bisnis 5 LAPORAN KEUANGAN DASAR ANALISIS Aktivitas Bisnis 8 Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis 10 Informasi Tambahan 12 PENGANTAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Analisis Laporan Keuangan Komparatif 14 Analisis Laporan Keuangan Common-Size 16 Analisis Rasio 18 Analisis Arus Kas 22 Model Penilaian (Valuasi) 22 ANALISIS DALAM PASAR EFISIEN Efisiensi Pasar 25 Implikasi Efisiensi Pasar pada Analisis 25 PEMBAHASAN SOAL Question & Answer 27 BAB 2 PELAPORAN DAN ANALISA LAPORAN KEUANGAN PEMBAHASAN MATERI LINGKUNGAN PELAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan wajib (statutory financial report) 32 Faktor Yang Mempengaruhi Laporan Keuangan Wajib 33 Sumber Informasi Alternatif 34 SIFAT DAN TUJUAN AKUNTANSI KEUANGAN Kualitas informasi akuntansi yang diinginkan 34 Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku penting 35 Relevansi dan keterbatasan......

Words: 10835 - Pages: 44

Analisa Efektivitas Atas Pemanfaatan Software Proses Bisnis “Aris 9.8” Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Di Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Peningkatan Kinerja Perusahaan

...ANALISA EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS “ARIS 9.8” DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN Oleh : Yulia Nevi Artati Program : Eksekutif B – Kelas 28 C Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada 2015 DAFTAR ISI Daftar Isi ……………………………………………………………………... i Daftar Gambar ……………………………………………………………….. iii Daftar Tabel ………………………………………………………………….. iv Daftar Lampiran ……………………………………………………………… v BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………… 1 1.1 Latar Belakang ………………………………………………… 1 1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………... 6 1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………… 6 1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………….. 7 BAB II KAJIAN LITERATUR …………………………………………… 8 2.1 Kerangka Teoritis ……………………………………………… 8 2.1.1 Sistem Informasi ………………………………………………. 8 2.1.2 Software ……………………………………………………….. 9 2.1.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi …………………………….. 9 2.1.4 Proses Bisnis …………………………………………………... 9 2.1.5 Enterprise Resource Planning (ERP) System …………………. 10 2.1.6 Lean Six Sigma ………………………………………………... 10 2.1.7 Kinerja Perusahaan ……………………………………………. 11 i 2.1.8 Skala Likert 11 2.1.9 Metode Penelitian : Analisa Kuantitatif 12 2.2 Kerangka Pemikiran …………………………………………… 14 2.3 Kerangka Konsep ……………………………………………… 16 2.4 Hipotesis ……………………………………………………… 17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN …………………………………. 19 3.1 Rancangan Penelitian......

Words: 7402 - Pages: 30

Penjelasan

... ANALISIS PASAR DAN PERUSAHAAN………………………………………………....…5 ii.i Produk Yang Dihasilkan…………………………………………………………..................5 ii.ii Gambaran Pasar………………………………………………………………….....................5 ii.iii Strategi Pemasaran…………………………………………………………………..............6 III. ANALISA PRODUK……………………………………………………………………....…..7 iii.i Produk……………………………………………………………………………………...............7 iii.ii Proses Produksi Dan Kapasitas Produksi………………………………....…..........8 iii.iii Lokasi………………………………………………………………………………....……..........9 iii.iv Bahan-bahan Dan Peralatan…………………………………………....………............9 iii.v Biaya Umum Usaha………………………………………….............................................10 IV. ANALISA KEUANGAN………………………..........................................................11 iv.i Sumber Dana…………………………………………….......................................................11 iv.ii Estimasi Profit…………………………………………………………....………………......11 V. ANALISA DAMPAK DAN RESIKO USAHA………………………........................12 v.i Dampak Terhadap Masyarakat……………………………..........................................12 v.ii Dampak Terhadap Lingkungan……………………………………....…………………12 v.iii Analisa Resiko Usaha………………………………………………….....……..................12 v.iv Analisa Lingkungan Bisnis………………………………………....………………........13 VI. REFERENSI DAN LAIN-LAIN………………………………………………....………..14 I. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN I.I DATA PERUSAHAAN 1. Hydro-cycle Hydro-cycle Nama Perusahaan Pertanian Pertanian 2. Bidang Usaha......

Words: 1807 - Pages: 8

Penilaian Kinerja Keuangan Pt Wijaya Karya (Persero), Tbk

...PENGGUNAAN ANALISA RASIO KEUANGAN SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PT WIJAYA KARYA (Persero), Tbk Periode 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2013 I. PENDAHULUAN Gambaran Umum Perusahaan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk atau singkatnya disebut WIKA merupakan perusahaan hasil nasionalisasi perusahaan belanda Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vin en Co. Atau NV Vis en CO. WIKA didirikan pada tahun 1960 sebagai Badan Usaha Milik Negara. WIKA adalah salah satu perusahaan konstruksi besar yang sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satu proyek besarnya adalah pembangunan Jembatan Suramadu yang kini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. WIKA juga dikenal sebagai perusahaan kontrusi yang banyak memenangkan tender proyek infrastruktur tanah air. Pada sejarah awal kinerja perusahaan ini adalah saat tahun 1972, dimana pada saat itu nama Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja berubah menjadi PT Wijaya Karya. WIKA kemudian berkembang menjadi sebuah kontraktor konstruksi dengan menangani berbagai proyek penting seperti pemasangan jaringan listrik di Asahan dan proyek irigasi Jatiluhur. Satu dekade kemudian, pada tahun 1982, WIKA melakukan perluasan divisi dengan dibentuknya beberapa divisi baru, yaitu Divisi Sipil Umum, Divisi Bangunan Gedung, Divisi Sarana Papan, Divisi Produk Beton dan Metal, Divisi Konstruksi Industri, Divisi Energy, dan Divisi Perdagangan. Proyek yang ditangani saat itu......

Words: 1980 - Pages: 8

Analisa Penerapan Oecd Atas Corporate Governance Ke Ii

...Prinsip II: Hak-hak Pemegang Saham dan Fungsi-fungsi Penting Kepemilikan Saham Prinsip OECD mengenai corporate governance yang ke dua pada dasarnya mengatur mengenai Hak-hak pemegang Saham dan fungsi fungsi kepemilikan saham. Hal ini terutama mengingat investor saham terutama dari suatu perusahaan publik, memiliki hak-hak khusus seperti saham tersebut dapat dibeli, dijual ataupun ditransfer. Pemegang saham tersebut juga berhak atas keuntungan perusahaan sebesar porsi kepemilikannya. Selain itu kepemilikan atas suatu saham mempunyai hak atas semua informasi perusahaan dan mempunyai hak untuk mempengaruhi jalannya perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Prinsip corporate governance harus melindungi dan menunjang pelaksanaan hak-hak pemegang saham. A. Hak-hak dasar pemegang saham harus mencakup hak untuk: 1. memperoleh cara pendaftaran yang aman atas kepemilikan; 2. menyerahkan atau mengalihkan saham; 3. memperoleh informasi yang relevan atau material tentang perusahaan secara teratur dan tepat waktu; 4. berpartisipasi dan memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham; 5. memilih dan mengganti anggota pengurus; dan 6. memperoleh hak atas bagian keuntungan perusahaan. B. Pemegang saham harus memiliki hak untuk berpartisipasi dalam, dan diberikan informasi yang cukup atas keputusan-keputusan tentang perubahan-perubahan penting perusahaan seperti : 1. perubahan anggaran dasar, atau akte pendirian atau dokumen dokumen tentang pengelolaan......

Words: 1327 - Pages: 6

Contoh Rasio Keuangan

...AKUNTAN UNIVERSITAS TRISAKTI 2012 I. Definisi Analytical review procedure Analytical review procedure membandingkan laporan keuangan periode berjalan dengan periode yang lalu, budget dengan realisasinya serta analysis ratio (misal menghitung ratio likuiditas, rentabilitas, dan aktivitas baik untuk tahun berjalan maupun tahun lalu, dan membandingkannya dengan ratio industri). II. Tujuan Analytical review procedure Analisa terhadap laporan keuangan dimaksudkan agar data keuangan tersebut dapat lebih berarti dalam mendukung keputusan yang akan diambil baik oleh manajemen maupun pihak ekstern yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan. III. Faktor Untuk Menganalisa Teknik Analisa Laporan Keuangan Beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk dapat mengetahui teknik analisa laporan keuangan, maka seorang analisa harus menguasai tentang : * Proses penyusunan laporan keuangan * Konsep, sifat, dan karakteristik laporan keuangan * Teknik analisa laporan keuangan * Segmen dan lingkungan bisnis yang akan dianalisa IV. Analisa Rasio Analisis rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Rasio ini akan lebih bermanfaat terutama apabila rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio yang digunakan sebagai standar. Beberapa jenis rasio keuangan, yaitu : a. Rasio Profitabilitas b. Rasio Likuiditas & Solvabilitis c. Rasio Kolektabilitas Ad. a. Ratio......

Words: 547 - Pages: 3

Analisa Swot

...Continual Improvement. 2. Menerapkan pola partnership dengan para supplier. 3. Menerapkan pola relationship mark dengan customer. 4. Focus pada efisiensi operasional. 5. Menciptakan pola built-in control pada supply chain management. BAB - IV KONDISI PERUSAHAAN SAAT INI Untuk mengetahui kondisi perusahaan saat ini digunakan dua pendekatan yaitu pendekatan analisa tentang posisi perusahaan dan analisa tentang pemetaan produk. 1. Posisi Perusahaan Untuk mengetahui posisi Perusahaan digunakan 2 (dua) analisa yaitu analisa internal guna mengidentifikasikan Kekuatan (Strenght) dan Kelemahan (Weakness) perusahaan yang dianggap strategis, dan analisa eksternal guna mengidentifikasikan faktor-faktor eksternal perusahaan yang strategis dan menunjukkan indikasi adanya Kesempatan (Opportunity) dan Ancaman (Threat) bagi perusahaan. Terhadap faktor-faktor internal dan eksternal strategis yang diidentifikasikan tersebut, selanjutnya dilakukan pembobotan dan rating dengan menggunakan Matriks SWOT. 1.1. Tabel Perhitungan Matriks SWOT Berdasarkan analisa internal dan eksternal, diperoleh butir-butir kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan. Melalui proses pembobotan penilaian yang disepakati oleh yang berwenang di PT. IGLAS (PERSERO), maka dapat dilihat derajad pentingnya butir-butir Strenght / Kekuatan, Weakness / Kelemahan, Opportunity / Kesempatan dan Threat / Ancaman, kemudian setelah diolah, diperoleh bobot dan......

Words: 4253 - Pages: 18

action movies 2018 full movie english hollywood hd_91 | Majo-senpai Nichijou 4 | Descargar